Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out
Future Google PR for hendrostainsala3.blogspot.com - 2.00

Label

free counters

BISNIS TERBARU 2011

Scholarship

Kamis, 16 Juni 2011

SHVOONG -Bisnis Profit Masa Depan

Kamis, 16 Juni 2011
0 komentar

Tentang Shvoong

‘Shvoong’ adalah pusat ringkasan tingkat dunia, menawarkan banyak ragam ringkasan dalam 34 bahasa. Tujuan kami adalah meringkas semua yang pernah ditulis sepanjang sejarah manusia dalam bidang sastra dan riset sains, sehingga memberi Anda intisari pengetahuan manusia. Semua ringkasan tersebut ditulis oleh pengguna kami, warga dunia yang tidak hanya menularkan pengetahuan mereka kepada semua orang, tapi juga memperoleh royalti dari kerja mereka. Situs ini bukan bermaksud mengganti hal yang sebenarnya-buku maupun hasil kajian -dengan ringkasan, namun berfungsi sebagai sarana yang membantu Anda berenang di lautan informasi, memisahkan sekam dari biji padi

Mari, baca dan nikmati! Dan dalam waktu yang sama, Mari, tulis dan dapatkan penghasilan!.

Profil Perusahaan

Prinsip-prinsip Shvoong secara singkat
Terjemahan
Bahasa Asal
Server
Bagi para pemasang iklan
Hubungi kami
Para Pendiri

Pada tahun 47 sebelum masehi penduduk Alexandria membakar perpustakaan mereka yang terkenal, akibatnya koleksi pengetahuan manusia terpenting, kumpulan buah pikiran manusia sampai saat itu hilang selamanya. Septuagint (terjemahan Injil ke dalam bahasa Yunani), gambar-gambar ilmiah Pitagoras, tulisan-tulisan Homer, Plato, Aristoteles dan karya-karya ahli budaya saat itu adalah bagian dari 700 ribu gulungan perkamen yang terbakar. Di zaman ini rasanya tidak mungkin membakar semua buku yang ada dengan satu gesekan korek api, dan tentunya kita tidak perlu takut akan kehilangan harta intelektual seperti dalam tragedi Alexandria. Namun kesedihan karena kehilangan buku-buku yang terbakar, kini digantikan oleh frustrasi akibat keterbatasan kemampuan untuk menyelami dalamnya samudra pengetahuan yang terbentang selama 2052 tahun setelah kebakaran tersebut. Kesedihan seseorang kini berasal dari ketidakmampuan untuk membaca semua hasil penelitian, cetakan, ataupun tulisan yang penting dalam peradaban manusia. Dengan kata lain – kelebihan informasi malah membuat perasaan tak berdaya yang lebih kuat.

Sebuah situs internet tidak akan perlu melihat kembali sejarah seperti di atas sebagai cerita pembuka kecuali tujuan situs ini sangat strategis. Shvoong ingin membawa suatu pencapaian baru, suatu puncak kebudayaan. Shvoong di dalam halaman-halaman situsnya, akan menyediakan intisari dari pengetahuan manusia, tidak kurang dan tidak lebih. Di samping itu Shvoong juga sekaligus menyediakan peluang untuk memperoleh pendapatan bagi para penulisnya. Ini bukan amal, sedekah atau pun usaha tanpa pamrih. Shvoong adalah situs yang berusaha menjadi sumber penghasilan yang layak bagi pesertanya. Oleh karena itu, Shvoong mengajak dan mengundang semua orang di dunia untuk datang, untuk membaca dan menikmati, juga untuk menulis dan mendapatkan penghasilan. Shvoong mengundang mahasiswa, pelajar, akademisi, pegawai negeri, pengacara, ilmuwan, ibu rumah tangga, suami, orang yang sedang sakit, dan orang sehat, pada intinya semua orang yang memiliki keterbatasan waktu dan umur. Juga diundang semua orang di dunia yang terdesak oleh beban sehari-hari, sehingga harus menjejalkan informasi dengan daya serap yang terbatas oleh tenaga dan waktu. Singkatnya, Shvoong ditujukan untuk semua orang. Tidak hanya itu, situs ini juga diperuntukkan bagi pemasang iklan, Shvoong mengundang pemasang iklan di media yang tidak mengenal batasan jarak ini, Ayo.

Saat ini tidak ada sarana yang dapat menjawab keperluan informasi singkat. Mesin-mesin pencari berulang kali memberikan informasi yang berlebihan untuk para pemakai internet. Shvoong bertekad untuk menjadi jawaban dari kendala banjir informasi, dengan cara menjadi instrumen yang memisahkan antara yang penting dan tidak penting, menjadi sebuah alat untuk mendengarkan musik di tengah hiruk pikuk.

Dengan menyediakan ringkasan, situs ini tidak bermaksud untuk menggantikan tulisan aslinya. Ringkasan-ringkasan Shvoong tidak akan menjadi pengganti buku maupun hasil studi. Shvoong ingin menjadi jawaban bagi mereka yang haus informasi tapi tidak memiliki waktu untuk mencarinya.

Ringkasan dalam Shvoong tidak ditulis oleh para ahli. Semua ringkasan dibuat oleh para pengunjung situs atas inisiatif dan dalam bahasa mereka sendiri. Sebagai dorongan untuk menulis, situs ini memberikan bayaran kepada mereka. Shvoong menyadari bahwa tidak semua pembaca memiliki bakat menulis. Beberapa akan menulis hal yang tidak masuk akal. Pemeriksaan, penyaringan, dan pemberian peringkat dilakukan oleh para pembaca sendiri. Pengunjung diundang untuk membaca dan memberi peringkat. Karena itu Shvoong akan berkembang secara evolusioner, sebagai hasil kerjasama antara pembaca dan penulis, tanpa sentuhan editor, penulis ulang ataupun pemeriksa. Shvoong bersiap diri untuk menjadi tempat berkumpul bagi pembaca dan penulis dari berbagai pelosok dunia, dalam hampir semua bahasa (36). Shvoong yakin akan dapat menyediakan rumah dan tempat bekerja bagi mereka dengan semangat egaliter; dari mereka, oleh mereka, dan untuk keuntungan mereka.

Prinsip-prinsip Shvoong secara singkat

1. Tujuan dari situs adalah untuk meringkas semua hasil karya dalam sejarah manusia dalam cakupan literatur serta penelitian ilmu pengetahuan (ilmu alam, ilmu sosial, kebudayaan dan Humaniora). Ringkasan akan tersedia dalam panjang yang berbeda: (i) dibawah 300 kata, (ii) dibawah 600 kata, (iii) di bawah 900 kata, yang dapat dipilih sesuai keinginan. Ringkasan akan tersedia dalam hampir semua bahasa. Tersedia juga berita dari pelosok dunia dalam tiga panjang seperti disebut di atas.
2. Situs ini menyediakan ringkasan untuk dibaca tanpa biaya.
3. Setelah membaca, pembaca diminta untuk memberikan nilai pada ringkasan yang telah mereka baca dalam lima skala kualitas. Dengan cara itu, mereka akan membantu untuk memeriksa dan menentukan kualitas ringkasan.
4. Semua ringkasan ditulis oleh pengunjung situs, sebagai imbalan mereka akan mendapatkan royalti.
5. Pengumpulan dan penentuan peringkat bahan bacaan dilakukan secara evolusioner. Para pembaca menulis, memberi ranking, memeriksa dan memperbaiki kualitasnya.
6. Penulisan dilakukan dalam semua bahasa umum, ditambah dengan pilihan untuk mendapatkan terjemahan otomatis ke dalam 12 bahasa utama, dengan kualitas terbatas. Terjemahan oleh para pengunjung akan memakan waktu lebih lama (tetapi dengan kualitas yang lebih baik).
7. Penerjemah juga akan menerima royalti.
8. Bayaran bagi penulis dan penerjemah diberikan sebagai persentase pendapatan iklan menurut peraturan dan sistem perhitungan yang disetujui.
9. Pendapatan situs diperoleh dari pemasang iklan melalui iklan yang diawasi oleh sebuah aplikasi.
10. Pendapatan yang tidak diambil, akan disumbangkan melalui Yayasan Shvoong.
11. Selama memungkinkan, semua ringkasan akan diberi link ke dokumen aslinya atau ke tempat di mana karya aslinya dapat dibeli.
12. Format situs sebagaimana dijelaskan disini terdaftar di kantor paten Amerika Serikat dan terlarang untuk ditiru.

Sistem Pembayaran

Shvoong akan menerima pembayaran ("royalti") dari pihak-pihak yang memasang iklan di situs atau dari pihak-pihak yang memfasilitasi pemasangan iklan di situs oleh pihak ketiga. Shvoong dengan gembira akan membagi para penulis ringkasan sebagian dari royalti yang diterima, sesuai dengan ketentuan yang berlaku ("komisi")

Shvoong akan memberi setiap penulis ringkasan sebesar 10% (sepuluh persen) dari royalti di setiap halaman dimana hasil ringkasannya tampil. Shvoong akan menghitung 10% (sepuluh persen) seimbang dengan jumlah pengunjung di halaman yang menampilkan ringkasan itu. ("Standar perhitungan")

Di samping itu, jika anda menerjemahkan suatu ringkasan dari bahasa aslinya ("ringkasan asli") secara utuh ke dalam bahasa lain, dan terjemahan ini kemudian dipublikasikan di situs, maka kami akan membayar 5% (lima persen) dari royalti yang diterima oleh Shvoong dari halaman dimana ringkasan terjemahan ditampilkan - sesuai dengan standar perhitungan. Shvoong akan membayar penulis ringkasan asli 5% (lima persen) dari royalti yang diterima dari halaman dimana ringkasan terjemahan ditampilkan - sesuai dengan standar perhitungan.

Terjemahan

Situs Shvoong tersedia dalam 36 bahasa berikut: bahasa Inggris, Cina, Perancis, Spanyol, Rusia, Portugis, Jerman, Arab, Hindi, Jepang, Korea, Kroasia, Italia, Swedia, Denmark, Finlandia, Norwegia, Belanda, Hungaria, Polandia, Rumania, Ceko, Yunani, Bulgaria, Turki, Serbia, Parsi, Georgia, Uzbekistan, Maroko, Thailand, Malaysia, Vietnam, Bengali, Indonesia, dan Ibrani.Indeks judul situs diperbarui setiap hari dan diterjemahkan dari bahasa Inggris ke dalam 36 bahasa oleh para pembaca. Selain itu, pembaca juga dapat menggunakan fasilitas penerjemah otomatis (untuk kondisi "darurat"). Berikut adalah daftar bahasa dimana terjemahan otomatis akan tersedia bagi pengunjung Shvoong: bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Cina (dua dialek), Jepang, Belanda, Yunani, Itali, Spanyol, Portugis, Rusia, dan Korea.

Bahasa Asal

Setelah komputer pusat mengenali bahasa yang diinginkan oleh seorang pengunjung, maka situs Shvoong akan selalu tampil dalam bahasa pilihannya. Pembaca yang melakukan pencarian dengan menggunakan nama judul (atau artikel, atau penulis), akan mendapatkan ringkasan dalam bahasanya. Jika materi yang dicari hanya tersedia dalam bahasa lain, pengunjung akan mendapat sebuah pesan yang memberitahukan kondisi itu. Jika diperlukan, pembaca dapat menggunakan mesin penerjemah otomatis untuk menerjemahkan ringkasan tersebut ke dalam salah satu bahasa yang tersedia. Apabila ia mampu dan mau, maka ia dapat menerjemahkannya ke dalam bahasanya sendiri (yang akan membantu dirinya juga pembaca lain). Si penerjemah tentu akan menerima komisi penerjemah sebesar sebesar 5% dari pendapatan iklan halaman ringkasan terjemahan. Apabila pembaca tidak mau menggunakan penerjemah otomatis dan tidak mau menerjemahkannya sendiri maka ia harus menunggu pembaca lain menerjemahkannya. Untuk mempercepat proses, pembaca yang ingin membaca ringkasan yang belum diterjemahkan dapat mengirimkan permintaan kepada situs "Tolong terjemahkan ringkasan ini untuk saya".

Server

Shvoong berjalan di atas jaringan server-server canggih, hingga mampu memberikan respon yang cepat kepada ribuan pengunjung pada waktu yang bersamaan. Ringkasan akan disimpan dalam ‘server database’ yang mampu melakukan pencarian cepat untuk menyediakan informasi bagi pembaca. Di samping itu, sistem didukung oleh server terpisah yang khusus menyediakan terjemahan otomatis. Aplikasi penerjemah yang digunakan adalah milik Systran, perusahaan terkemuka di dunia di bidang terjemahan online. Situs dibuat dengan teknologi Dot.Net dan menggunakan database MS SQL Server 2000

Bagi para pemasang iklan

Situs Shvoong diperuntukkan bagi semua orang "yang bisa membaca" di seluruh dunia dan iklan tanpa gambar pada situs akan muncul sesuai dengan konteks halaman yang sedang dibaca pengunjung. Dengan cara ini pengunjung akan lebih tertarik dengan iklan karena ada kesesuaian. Untuk memasang iklan di Shvoong, anda perlu untuk menggunakan salah satu jasa iklan internet dari perusahaan seperti Google atau Overture dan mengikuti aturan pembayaran mereka.

Hubungi kami

Apabila anda mengalami kesulitan dalam menggunakan situs kami, silakan hubungi kami, di link hubungi kami

Para Pendiri

Avi Shaked, lahir di Netanya, Israel, menikah dengan 3 anak, Insinyur Teknik Kimia dari universitas Ben Gurion di Negev, Beersheba. Ia memulai karir bisnisnya di awal tahun 80-an sebagai representatif MCI Inc. Pada tahun 1995, ia menjadi pendiri dan pemegang saham terbanyak di perusahaan www.888.com, situs itu sudah 10 tahun berjalan baik di bisnis judi online. Di tahun 2003, ia merupakan salah satu pencetus Perjanjian Jenewa yang mendukung realisasi dari perjanjian permanen antara Israel dan Palestina.

Avner Avrahami, lahir di Netanya, Israel, menikah dengan 2 anak, lulusan Akademi Seni dan Budaya Bezalel, Jerusalem. Ia bekerja di radio resmi Israel - Kol Israel, di surat kabar mingguan Koteret Rashit (Berita Utama), dan di harian Maariv dan Haaretz di berbagai posisi. Selain itu, ia berperan sebagai editor di majalah mingguan terbitan kedua surat kabar itu dan terlibat dalam penulisan, pengeditan, desain dan ilustrasi. Saat ini ia bekerjasama dengan istrinya Rali Avrahami, seorang fotografer, dan menulis kolom Hubungan Keluarga yang dipublikasikan di majalah mingguan Haaretz.

Direktur Utama

Eyal Rivlin, lahir di Kibbutz Tzora, menikah, lulusan Sekolah Tinggi Hukum Netanya. Ia pernah bekerja pada berbagai posisi manajemen pada perusahaan-perusahaan internet di luar negeri.
Undang teman
Tulis dan dapatkan bayaran

Sumber: http://id.shvoong.com/about-us-shvoong/#ixzz1PQYLcuN9

Berminat Gabung kirim email ke alamat ini
aden.abimanyu@yahoo.com

Pelajari cara dapatkan Uang di alamat ini
http://www.gurutulis.com/?id=hendro

read more

Sabtu, 19 Maret 2011

Menag: Jadikan Agama Sebagai Sumber Inspirasi

Sabtu, 19 Maret 2011
0 komentar


Kendari(Pinmas)--Menteri Agama, Suryadharma Ali mengajak seluruh lapisan masyarakat agar menjadikan agama sebagai sumber inspirasi dan motivasi serta pedoman dalam kehidupan, sehingga terwujud kerukunan umat beragama.

"Marilah kita jadikan agama sebagai sumber inspirasi, sumber motivasi, penuntun dan pedoman dalam kehidupan kita semua," katanya yang didampigi Gubernur Sultra, Nur Alam ketika meresmikan Gedung Kantor Kementerian Agama Kota Kendari, Minggu.

Menag mengatakan, jangan memahami agama sebagaimana biasanya, tetapi harus turut di dalamnya. Agama jangan hanya dipahami sebagai penuntun ibadah dan hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi agama harus dipahami dalam hubungan horisontal dan untuk memperbaiki keadaan.

Menag mengatakan, pelaksanaan pembangunan harus didahului dengan kerukunan, sebab kerukunan yang terhindar dari konflik horisontal, maka pembangunan bisa berjalan dengan baik.

"Kita menghindarkan adanya konflik horisontal, konflik antar masyarakat. Kalau masyarakat rukun, maka gubernur, bupati dan walikota membangunnya enak. Tapi Kalau masyarakatnya tidak rukun, membangunnya menjadi sulit karena terkonsentrasi untuk mengatasi ketidakrukunan itu," ujarnya.

Oleh karena itu, Menag mengajak semua pemuka agama, baik Islam, Kristen, Hindu dan Budha agar tetap bersatu menjaga kerukunan.

"Jangan membuat hal-hal yang dapat menyinggung kerukunan dan perasaan keagamaan, orang atau kelompok. Jangan melakukan sesuatu yang menodai kerukunan. Ini penting satu sama lain saling menghormati," ujarnya.

Suryadharma Ali mengatakan, Indonesia menganut paham kebebasan, tetapi bukan kebebasan yang mutlak.

"Kebebasan itu harus ada batasnya, tidak ada kebebasan yg tanpa batas. Kebebasan harus dimaknai tidak termasuk di dalamnya menghina apa yang dimuliakan agama lain. Bagi yang beragama Islam tidak merusak kitab suci agama lain, dan agama lain tidak boleh mengubah-ubah kitab suci agama Islam," ujarnya.

"Orang yang mengaku beragama Islam juga tidak boleh mengutak-atik dan mengubah-ubah kitab suci agama Islam. Mereka yang mengaku Islam harus konsisten dengan prinsip-prinsip keislaman. Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW, titik tdak ada lagi argumentasi lain. Kitab Suci agama Islam adalah satu-satunya Alquran, titik tidak ada lagi kitab suci lain," ujarnya.

Menag mengajak umat Islam agar menjaga kerukunan jangan sampai ada kelompok manapun yang mengaku Islam, tetapi prinsip-prinsip keIslamannya tidak sesuai dengan prinsip yang berlaku dan yang dipahami oleh mayoritas Islam di Indonesia, bahkan di dunia.

"Ini harus kita jaga, jangan agama teracak-acak karena kebebasan yg tanpa arah atau kebebasan mutlak. Tidak ada kebebasan mutlak di Indonesia, kecuali hanya Allah SWT. Jadi kalau ada landasan pemikiran yang meracuni pemikiran kita supaya kita masuk dalam era kebebasan yg tanpa batas itu, jelas pandangan itu sesat dan kita harus tolak," ujarnya. (ant/es)

sumber : http://www.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=7283

read more

Rabu, 16 Maret 2011

Pendidikan sebagai Mesin Mobilitas Vertikal

Rabu, 16 Maret 2011
0 komentar
16 Maret 2011 | Laporan oleh aline


Depok, Rabu (16 Maret 2011)--Tata kelola pendidikan harus terus menerus dilakukan secara efektif dan efisien baik dari sisi penggunaan anggaran maupun proses pendidikan itu sendiri. Efisiensi dilakukan karena dari sisi anggaran pendidikan terus membaik, sedangkan efektivitas dilakukan karena proses di dunia pendidikan tidak bisa dibalik (irreversable).

"Efisiensi tidak harus diterjemahkan pengiritan, tetapi ketepatan dalam mengalokasikan sumber daya termasuk dana," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh pada Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) Tahun 2011 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (d/h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai) Kemdiknas, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/3/2011).

Hadir pada acara Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Pimpinan Komisi X DPR RI, Pimpinan Komisi III DPD RI, pimpinan perguruan tinggi/universitas/politeknik/sekolah tinggi, pejabat eselon I dan II Kemdiknas. RNP juga dihadiri oleh para kepala dinas provinsi/kab/kota dan pimpinan pengurus organisasi bidang pendidikan.

Tema RNP 2011 adalah "Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Pelaksanaan Misi 5 K Kemdiknas". Agenda tahunan ini diselenggarakan untuk mengevaluasi kebijakan pendidikan tahun lalu, menyiapkan dan mempertajam kegiatan pada 2011, serta sebagai masukan program pada 2012.

Pada paparannya Mendiknas menyampaikan, pendidikan dapat dijadikan sebagai mesin mobilitas vertikal baik sosial, ekonomi, dan budaya. Mendiknas mengilustrasikan, seorang anak berusia sepuluh tahun setelah mengikuti proses pendidikan dan lulus pada usia 23 tahun pada usia 44 tahun sudah menjadi pimpinan perusahaan (CEO).

Berdasarkan ilustrasi itu, kata Mendiknas, maka prinsip yang dipegang dalam mengelola dunia pendidikan harus ramah secara sosial. "Jangan sekali-sekali kita men-dropout atau mengeluarkan siswa kita, mahasiswa kita, karena pertimbangan finansial. Drop out pada hakekatnya adalah urusan keputusan akademik, tetapi kalau penyebabnya nonakademik tidak nyambung," katanya.

Mendiknas menyebutkan, ada lima fokus utama Kemdiknas, yakni pendidikan anak usia dini (PAUD), menuntaskan wajib belajar 9 tahun, pendidik dan tenaga kependidikan, pendidikan vokasi, dan pendidikan tinggi. "PAUD akan kita jadikan sebagai gerakan nasional. Kita kaitkan paud, pos yandu, dan pmtas (pemberian makanan tambahan anak sekolah). Pemerintah tidak mendirikan lembaga baru, tetapi mendukung organisasi sosial kemasyarakata yang sudah bergerak di lapangan," katanya.

Adapun tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini adalah terkait akses mencakup ketersediaan dan keterjangkauan, peningkatan kualitas pendidikan, kinerja 2011, dan kesetaraan pendidikan.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyampaikan, Indonesia memiliki kesempatan emas jika dilihat dari jumlah penduduk usia produktif yang mencapai 70 persen. Kondisi yang dibutuhkan untuk meraih kesempatan ini adalah apabila mampu menyediakan pendidikan yang berkualitas dan mampu mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. "Saya menaruh harapan besar agar kegiatan ini benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai media bagi penyelarasan perencanaan pembangunan pendidikan," ujarnya.

Agung mengemukakan, berdasarkan data World Economic Forum 2010 menunjukkan bahwa global competitiveness index Indonesia meningkat dari ranking 54 menjadi 44 dunia. Peningkatan ini, kata dia,ditopang oleh sektor pendidikan." Human Development Indeks (HDI) juga meningkat pada posisi 108 dunia dari sebelumnya 111.
Agung menyebutkan, tiga faktor utama yang mempengaruhi HDI adalah kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. "Pemerintah menempatkan tiga tantangan sebagai prioritas pembangunan," ujarnya.

Ketua Panitia Penyelenggaran RNP 2011, Sekretaris Jenderal Kemdiknas Dodi Nandika melaporkan, RNP sebagai bagian dari tahapan siklus perencanaan pembangunan nasional untuk menajamkan rancangan rencana kerja pemerintah 2011. "Selama rembuk, ada tiga sidang pleno dan tujuh sidah komisi yang berlangsung paralel," katanya.

Dodi menyampaikan, selain arahan dan sambutan Menkokesra dan Mendiknas, sidang pleno akan diisi oleh Menko Perekonomian tentang pengembangan sumber daya manusia dalam menyongsong pembangunan ekonomi tahun 2025 , paparan Wamendiknas tentang karakter bangsa, paparan BPK tentang keuangan, paparan Ratna Megawangi tentang anak usia dini.

Acara RNP dirangkai peluncuran pangkalan data pendidikan tinggi (PDPT) oleh Menkokesra didampingi Mendiknas, penandatanganan MoU antara Mendiknas dengan Kepala Badan Pusat Statistik, dan penandatanganan kontrak kinerja Mendiknas dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas (Dirjen Dikti) Djoko Santoso, serta penandatanganan kontrak kinerja Dirjen Dikti dengan Rektor Universitas Sriwijaya, Rektor ITB, Direktur PTK Ditjen Dikti, Direktur Politeknik Negeri Jember, dan Kopertis Wilayah XI. (aline/agung)

read more

Lomba Karya Jurnalistik Berita Bidang Pendidikan 2011

0 komentar


01 Maret 2011

Sebagai rangkaian dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2011, Pusat Informasi san Humas Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Menyelenggarakan Lomba Penulisan Karya Jurnalistik Bidang Pendidikan.

Tema lomba yaitu: "Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa"

Kriteria Lomba:

1. Lomba terbuka untuk semua wartawan media cetak;
2. Karya jurnalistik adalah berita (hard news) yang merupakan karya asli dan panitia berhak menggugurkan pemenang apabila di kemudia hari karya jumalistik terbukti bukan karya asli;
3. Karya jurnalistik tersebut dimuat pada harian surat kabar ,majalah,dan tabloid yang terbit di indonesia dari 1 januari-31 maret 2011,
4. Pendaftaran lomba mulai dari tanggal 1 maret 1 april 2011 (sesuai bukti penerimaan oleh panitia);
5. Pada saat mendaftar, peserta lomba menyertakan bukti pemuatan karya jurnalistik dan fotokopi identitas penulis dikirim ke alamat panitia lomba: pusat informasi dan dan humas, Gedung c lt.17, kemdiknas, jl. jenderal sudirman, senayan, jakarta pusat, atau email: pih_lt4@yahoo.co.id;
6. Setiap penulis bisa mengirimkan lebih dari satu karya jurnalistik;
7. Hasil lomba akan diumumkan melalui www.kemdiknas.go.id dan pemenang akan dihubungi oleh panitia untuk diundang menghadiri penyerahan hadiah pada acara puncak hardiknas 2011 (20 mei 2011);
8. Pemenang terdiri dari I,II,dan III berhak atas hadiah dan piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional;
9. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

Jakarta, 1 maret 2011

Panitia Lomba

Informasi : GIM (021) 57950226

Anang (08568891640)

Download Brosur

iNFO LEBIH LANJUT hUBUNGI
http://www.kemdiknas.go.id/list_announcement/lomba-jurnalis-2011.aspx

read more

Senin, 14 Februari 2011

NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan)

Senin, 14 Februari 2011
0 komentar


NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) adalah nomor identitas yang bersifat nasional untuk seluruh PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan). NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat tetap karena NUPTK yang dimiliki seorang PTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar atau terjadi perubahan data periwayatan.



NUPTK diberikan kepada seluruh PTK baik PNS maupun Non-PNS sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengna pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.



Manfaat untuk tenaga pendidik yang memiki NUPTK adalah:

1.

Berpartisipasi dalam sebuah proses/mekanisme pendataan secara nasional sehingga dapat membantu pemerintah dalam merencanakan berbagai program peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik.
2.

Mendapatkan nomor identifikasi resmi dan bersifat resmi dan bersifat nasional dalam mengikuti berbagai program/kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat/daerah.



PTK dapat mengajukan NUPTK dengan mengisi kuisioner dengan cara mengunduh di www.nuptk.info pada menu download di "Instrumen Pendataan".

read more

Selasa, 18 Januari 2011

Penyerahan Syarat Calon Independen Pilwakot Salatiga Dibuka

Selasa, 18 Januari 2011
0 komentar


Salatiga, CyberNews. KPU Kota Salatiga membuka penyerahan persyaratan bakal calon Wali Kota Salatiga yang akan maju pemilihan wali kota (Pilwakot) lewat jalur independen (perseorangan). Penyerahan persyaratan fotokopi KTP itu telah dibuka sejak Jumat (14/1) dan bakal berakhir hari Rabu (19/1) malam.

Fotokopi KTP yang akan diserahkan ke KPU Kota Salatiga ini sebanyak 6,5 persen atau 11.212 orang dari total penduduk 172.484 orang.

Ketua KPU Kota Salatiga Suryanto mengatakan, syarat tersebut harus dipenuhi sebagai bentuk dukungan terhadap bakal calon wali kota jalur independen. "Sejauh ini, belum ada bakal calon yang menyerahkan diri ke KPU berkaitan dengan calon independen. Sebelumnya, sudah ada beberapa tokoh asal Salatiga yang sempat konsultasi atau menanyakan persyaratan untuk maju dalam pilwalkot lewat jalur independen," katanya, Senin (17/1).

Pendukung yang menyerahkan fotokopi KTP ini tentunya telah memiliki hak pilih Pilwalkot Salatiga. Selain fotokopi KTP, ia menjelaskan, bakal calon juga harus mengisi formulir B1-KWK. KPU Perseorangan.

Mereka yang berminat maju lewat jalur independen itu harus harus mengajukan sepasang bakal calon. Artinya, pengajuan nama itu harus dua, satu diproyeksikan calon wali kota, yang seorang lainnya wakil wali kota.

Menurut dia, fotokopi KTP yang diserahkan bakal calon ini nantinya akan diverifikasi, apakah ada nama yang dobel atau KTP sudah tak berlaku. Beberapa lampiran fotokopi ini juga dilengkapi materai Rp 6 ribu.

Untuk pendaftaran calon wali kota, pihaknya menjelaskan, hal itu akan berlangsung selama tujuh hari atau satu minggu. Di mana, calon yang diusung partai politik (parpol), gabungan parpol maupun perseorangan ini dibuka mulai tanggal 11- 17 Februari 2011.

( Royce Wijaya / CN16 / JBSM )

read more

Budidaya Burung Walet

0 komentar


1. SEJARAH SINGKAT
Burung Walet merupakan burung pemakan serangga yang bersifat aerial dan suka meluncur. Burung ini berwarna gelap, terbangnya cepat dengan ukuran tubuh sedang/kecil, dan memiliki sayap berbentuk sabit yang sempit dan runcing, kakinya sangat kecil begitu juga paruhnya dan jenis burung ini tidak pernah hinggap di pohon. Burung walet mempunyai kebiasaan berdiam di gua-gua atau rumah-rumah yang cukup lembab, remang-remang sampai gelap dan menggunakan langit-langit untuk menempelkan sarang sebagai tempat beristirahat dan berbiak.
2. SENTRA PERIKANAN
Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah
3. JENIS
Klasifikasi burung walet adalah sebagai berikut:
Superorder : Apomorphae
Order : Apodiformes
Family : Apodidae
Sub Family : Apodenae
Tribes : Collacaliini
Genera : Collacalia
Species : Collacaliafuciphaga
4. MANFAAT
Hasil dari peternakan walet ini adalah sarangnya yang terbuat dari air liurnya (saliva). Sarang walet ini selain mempunyai harga yang tinggi, juga dapat bermanfaat bagi duni kesehatan. Sarang walet berguna untuk menyembuhkan paru-paru, panas dalam, melancarkan peredaran darah dan penambah tenaga.
5. PERSYARATAN LOKASI
Persyaratan lingkungan lokasi kandang adalah:
1. Dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1000 m dpl.
2. Daerah yang jauh dari jangkauan pengaruh kemajuan teknologi dan perkembangan masyarakat.
3. Daerah yang jauh dari gangguan burung-burung buas pemakan daging.
4. Persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai, rawa-rawa merupakan daerah yang paling tepat.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1. Suhu, Kelembaban dan Penerangan
Gedung untuk kandang walet harus memiliki suhu, kelembaban dan penerangan yang mirip dengan gua-gua alami. Suhu gua alami berkisar antara 24-26 derajat C dan kelembaban ± 80-95 %. Pengaturan kondisi suhu dan kelembaban dilakukan dengan:
1. Melapisi plafon dengan sekam setebal 2° Cm
2. Membuat saluran-saluran air atau kolam dalam gedung.
3. Menggunakan ventilasi dari pipa bentuk “L” yang berjaraknya 5 m satu lubang, berdiameter 4 cm.
4. Menutup rapat pintu, jendela dan lubang yang tidak terpakai.
5. Pada lubang keluar masuk diberi penangkal sinar yang berbentuk corong dari goni atau kain berwarna hitam sehingga keadaan dalam gedung akan lebih gelap. Suasana gelap lebih disenangi walet.
2. Bentuk dan Konstruksi Gedung
Umumnya, rumah walet seperti bangunan gedung besar, luasnya bervariasi dari 10x15 m 2 sampai 10x20 m 2 . Makin tinggi wuwungan (bubungan) dan semakin besar jarak antara wuwungan dan plafon, makin baik rumah walet dan lebih disukai burung walet. Rumah tidak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi. Tembok gedung dibuat dari dinding berplester sedangkan bagian luar dari campuran semen. Bagian dalam tembok sebaiknya dibuat dari campuran pasir, kapur dan semen dengan perbandingan 3:2:1 yang sangat baik untuk mengendalikan suhu dan kelembaban udara. Untuk mengurangi bau semen dapat disirami air setiap hari. Kerangka atap dan sekat tempat melekatnya sarang-sarang dibuat dari kayu-kayu yang kuat, tua dan tahan lama, awet, tidak mudah dimakan rengat. Atapnya terbuat dari genting. Gedung walet perlu dilengkapi dengan roving room sebagai tempat berputar-putar dan resting room sebagai tempat untuk beristirahat dan bersarang. Lubang tempat keluar masuk burung berukuran 20x20 atau 20x35 cm 2 dibuat di bagian atas. Jumlah lubang tergantung pada kebutuhan dan kondisi gedung. Letaknya lubang jangan menghadap ke timur dan dinding lubang dicat hitam.
2. Pembibitan
Umumnya para peternak burung walet melakukan dengan tidak sengaja. Banyaknya burung walet yang mengitari bangunan rumah dimanfaatkan oleh para peternak tersebut. Untuk memancing burung agar lebih banyak lagi, pemilik rumah menyiapkan tape recorder yang berisi rekaman suara burung Walet. Ada juga yang melakukan penumpukan jerami yang menghasilkan serangga-serangga kecil sebagai bahan makanan burung walet.
1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Sebagai induk walet dipilih burung sriti yang diusahakan agar mau bersarang di dalam gedung baru. Cara untuk memancing burung sriti agar masuk dalam gedung baru tersebut dengan menggunakan kaset rekaman dari wuara walet atau sriti. Pemutaran ini dilakukan pada jam 16.00–18.00, yaitu waktu burung kembali mencari makan.
2. Perawatan Bibit dan Calon Induk
Di dalam usaha budidaya walet, perlu disiapkan telur walet untuk ditetaskan pada sarang burung sriti. Telur dapat diperoleh dari pemilik gedung walet yang sedang melakukan “panen cara buang telur”. Panen ini dilaksanakan setelah burung walet membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur walet diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Telur yang dibuang dalam panen ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak populasi burung walet dengan menetaskannya di dalam sarang sriti.
1. Memilih Telur Walet
Telur yang dipanen terdiri dari 3 macam warna, yaitu :
 Merah muda, telur yang baru keluar dari kloaka induk berumur 0–5 hari.
 Putih kemerahan, berumur 6–10 hari.
 Putih pekat kehitaman, mendekati waktu menetas berumur 10–15 hari.
Telur walet berbentuk bulat panjang, ukuran 2,014x1,353 cm dengan berat 1,97 gram. Ciri telur yang baik harus kelihatan segar dan tidak boleh menginap kecuali dalam mesin tetas. Telur tetas yang baik mempunyai
kantung udara yang relatif kecil. Stabil dan tidak bergeser dari tempatnya. Letak kuning telur harus ada ditengah dan tidak bergerak-gerak, tidak ditemukan bintik darah. Penentuan kualitas telur di atas dilakukan dengan peneropongan.
2. Membawa Telur Walet
Telur yang didapat dari tempat yang jaraknya dekat dapat berupa telur yang masih muda atau setengah tua. Sedangkan telur dari jarak jauh, sebaiknya berupa telur yang sudah mendekati menetas. Telur disusun dalam spon yang berlubang dengan diameter 1 cm. Spon dimasukkan ke dalam keranjang plastik berlubang kemudian ditutup.
Guncangan kendaraan dan AC yang terlalu dingin dapat mengakibatkan telur mati. Telur muda memiliki angka kematian hampir 80% sedangkan telur tua lebih rendah.
3. Penetasan Telur Walet
1. Cara menetaskan telur walet pada sarang sriti.
Pada saat musim bertelur burung sriti tiba, telur sriti diganti dengan telur walet. Pengambilan telur harus dengan sendok plastik atau kertas tisue untuk menghindari kerusakan dan pencemaran telur yang dapat menyebabkan burung sriti tidak mau mengeraminya. Penggantian telur dilakukan pada siang hari saat burung sriti keluar gedung mencari makan. Selanjutnya telur-telur walet tersebut akan dierami oleh burung sriti dan setelah menetas akan diasuh sampai burung walet dapat terbang serta mencari makan.
2. Menetaskan telur walet pada mesin penetas
Suhu mesin penetas sekitar 40 ° C dengan kelembaban 70%. Untuk memperoleh kelembaban tersebut dilakukan dengan menempatkan piring atau cawan berisi air di bagian bawah rak telur. Diusahakan agar air didalam cawan tersebut tidak habis. Telur-telur dimasukan ke dalam rak telur secara merata atau mendata dan jangan tumpang tindih. Dua kali sehari posisi telur-telur dibalik dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan embrio. Di hari ketiga dilakukan peneropongan telur. Telur-telur yang kosong dan yang embrionya mati dibuang. Embrio mati tandanya dapat terlihat pada bagian tengah telur terdapat lingkaran darah yang gelap. Sedangkan telur yang embrionya hidup akan terlihat seperti sarang laba-laba. Pembalikan telur dilakukan sampai hari ke-12. Selama penetasan mesin tidak boleh dibuka kecuali untuk keperluan pembalikan atau mengisi cawan pengatur kelembaban. Setelah 13–15
hari telur akan menetas.
3. Pemeliharaan
1. Perawatan Ternak
Anak burung walet yang baru menetas tidak berbulu dan sangat lemah. Anak walet yang belum mampu makan sendir perlu disuapi dengan telur semut (kroto segar) tiga kali sehari. Selama 2–3 hari anak walet ini masih memerlukan pemanasan yang stabil dan intensif sehingga tidak perlu dikeluarkan dari mesin tetas. Setelah itu, temperatur boleh diturunkan 1–2 derajat/hari dengan cara membuka lubang udara mesin. Setelah berumur ± 10 hari saat bulu-bulu sudah tumbuh anak walet dipindahkan ke dalam kotak khusus. Kotak ini dilengkapi dengan alat pemanas yang diletakan ditengah atau pojok kotak. Setelah berumur 43 hari, anak-anak walet yang sudah siap terbang dibawa ke gedung pada malam hari, kemudian dletakan dalam rak untuk pelepasan. Tinggi rak minimal 2 m dari lantai. Dengan ketinggian ini, anak waket akan dapat terbang pada keesokan harinya dan mengikuti cara terbang walet dewasa.
2. Sumber Pakan
Burung walet merupakan burung liar yang mencari makan sendiri. Makanannya adalah serangga-serangga kecil yang ada di daerah pesawahan, tanah terbuka, hutan dan pantai/perairan. Untuk mendapatkan sarang walet yang memuaskan, pengelola rumah walet harus menyediakan makanan tambahan terutama untuk musim kemarau. Beberapa cara untuk mengasilkan serangga adalah:
1. menanam tanaman dengan tumpang sari.
2. budidaya serangga yaitu kutu gaplek dan nyamuk.
3. membuat kolam dipekarangan rumah walet.
4. menumpuk buah-buah busuk di pekarangan rumah.
3. Pemeliharaan Kandang
Apabila gedung sudah lama dihuni oleh walet, kotoran yang menumpuk di lantai harus dibersihkan. Kotoran ini tidak dibuang tetapi dimasukan dalam karung dan disimpan di gedung.
7. HAMA DAN PENYAKIT
1. Tikus
Hama ini memakan telur, anak burung walet bahkan sarangnya. Tikus mendatangkan suara gaduh dan kotoran serta air kencingnya dapat menyebabkan suhu yang tidak nyaman.
Cara pencegahan tikus dengan menutup semua lubang, tidak menimbun barang bekas dan kayu-kayu yang akan digunakan untuk sarang tikus.
2. Semut
Semut api dan semut gatal memakan anak walet dan mengganggu burung walet yang sedang bertelur.
Cara pemberantasan dengan memberi umpan agar semut-semut yang ada di luar sarang mengerumuninya. Setelah itu semut disiram dengan air panas.
3. Kecoa
Binatang ini memakan sarang burung sehingga tubuhnya cacat, kecil dan tidak sempurna.
Cara pemberantasan dengan menyemprot insektisida, menjaga kebersihan dan membuang barang yang tidak diperlukan dibuang agar tidak menjadi tempat persembunyian.
4. Cicak dan Tokek
Binatang ini memakan telur dan sarang walet. Tokek dapat memakan anak burung walet. Kotorannya dapat mencemari raungan dan suhu yang ditimbulkan mengganggu ketenangan burung walet.
Cara pemberantasan dengan diusir, ditangkap sedangkan penanggulangan dengan membuat saluran air di sekitar pagar untuk penghalang, tembok bagian luar dibuat licin dan dicat dan lubang-lubang yang tidak digunakan ditutup.
8. PANEN
Sarang burung walet dapat diambil atau dipanen apabila keadaannya sudah memungkinkan untuk dipetik. Untuk melakukan pemetikan perlu cara dan ketentuan tertentu agar hasil yang diperoleh bisa memenuhi mutu sarang walet yang baik. Jika terjadi kesalahan dalam menanen akan berakibat fatal bagi gedung dan burung walet itu sendiri. Ada kemungkinan burung walet merasa tergangggu dan pindah tempat. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, para pemilik gedung perlu mengetahui teknik atau pola dan waktu pemanenan. Pola panen sarang burung dapat dilakukan oleh pengelola gedung walet dengan beberapa cara, yaitu:
1. Panen rampasan
Cara ini dilaksanakan setelah sarang siap dipakai untuk bertelur, tetapi pasangan walet itu belum sempat bertelur. Cara ini mempunyai keuntungan yaitu jarak waktu panen cepat, kualitas sarang burung bagus dan total produksi sarang burung pertahun lebih banyak. Kelemahan cara ini tidak baik dalam pelestaraian burung walrt karena tidak ada peremajaan. Kondisinya lemah karena dipicu untuk terus menerus membuat sarang sehingga tidak ada waktu istirahat. Kualitas sarangnya pun merosot menjadi kecil dan tipis karena produksi air liur tidak mampu mengimbangi pemacuan waktu untuk membuat sarang dan bertelur.
2. Panen Buang Telur
Cara ini dilaksanankan setelah burung membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Pola ini mempunyai keuntungan yaitu dalam setahun dapat dilakukan panen hingga 4 kali dan mutu sarang yang dihasilkan pun baik karena sempurna dan tebal. Adapun kelemahannya yakni, tidak ada kesempatan bagi walet untuk menetaskan telurnya.
3. Panen Penetasan
Pada pola ini sarang dapat dipanen ketika anak-anak walet menetas dan sudah bisa terbang. Kelemahan pola ini, mutu sarang rendah karena sudah mulai rusak dan dicemari oleh kotorannya. Sedangkan keuntungannya adalah burung walet dapat berkembang biak dengan tenang dan aman sehingga polulasi burung dapat meningkat.
Adapun waktu panen adalah:
1. Panen 4 kali setahun
Panen ini dilakukan apabila walet sudah kerasan dengan rumah yang dihuni dan telah padat populasinya. Cara yang dipakai yaitu panen pertama dilakukan dengan pola panen rampasan. Sedangkan untuk panen selanjutnya dengan pola buang telur.
2. Panen 3 kali setahun
Frekuensi panen ini sangat baik untuk gedung walet yang sudah berjalan dan masih memerlukan penambahan populasi. Cara yang dipakai yaitu, panen tetasan untuk panen pertama dan selanjutnya dengan pola rampasan dan buang telur.
3. Panen 2 kali setahun
Cara panen ini dilakukan pada awal pengelolaan, karena tujuannya untuk memperbanyak populasi burung walet.
9. PASCAPANEN
Setelah hasil panen walet dikumpulkan dalu dilakukan pembersihan dan penyortiran dari hasil yang didapat. Hasil panen dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel yang kemudian dilakukan pemisahan antara sarang walet yang bersih dengan yang kotor.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
1. Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya burung walet di daerah Jawa Barat tahun 1999:
1. Modal tetap
1. Gedung Rp. 13.000.000,-
2. Renovasi gedung Rp. 10.000.000,-
3. Perlengkapan Rp. 500.000,-
Jumlah modal tetap Rp. 23.500.000,-
Biaya penyusutan/bulan : Rp. 23.500.000,-:60 bln ( 5 th) Rp. 391.667,-
2. Modal Kerja
1. Biaya Pengadaan
 Telur Walet 500 butir @ Rp. 5.000,- Rp. 500.000,-
 Transportasi Rp. 100.000,-
 Makan Rp. 50.000,-
2. Biaya Kerja
 Pelihara kandang/bln@ Rp. 5000,- x 3 bln Rp. 15.000,-
 Panen Rp. 20.000,-
Jumlah biaya 1x produksi:Rp. 650.000,-+Rp. 35.000,- Rp. 685.000,-
3. Jumlah modal yang dibutuhkan pada awal Produksi
1. Modal tetap Rp. 13.500.000,-
2. Modal kerja 1x Produksi Rp. 685.000,-
Jumlah modal Rp. 14.185.000,-
4. Kapasitas produksi untuk 5 tahun 1 kali produksi :
1. sarang burung walet menghasilkan 1 kg
2. sarang burung sriti menghasilkan 15 kg
3. untuk 1 tahun, 4 kali produksi, menghasilkan :
 sarang burung walet 4 kg
 sarang burung sriti 60 kg
4. untuk 5 tahun, 20 kali produksi, menghasilkan :
 sarang burung walet 20 kg
 sarang burung sriti 300 kg
5. Biaya produksi
1. Biaya tetap per bulan : Rp. 23.500.000,-:60 bulan Rp. 391.667,-
2. Biaya tidak tetap Rp. 685.000,-
Total Biaya Produksi per bulan Rp. 1.076.667,-
Jumlah produksiRp.1.076.667:16 kg (walet dan sriti) Rp. 67.292,-
6. Penjualan
1. sarang burung walet 1 kg Rp. 17.000.000,-
2. sarang burung sriti 15 kg Rp. 3.000.000,-
Untuk 1 kali produksi Rp. 20.000.000,-Untuk 5 tahun
1. sarang burung walet 20 kg Rp. 340.000.000,-
2. sarang burung sriti 300 kg Rp. 60.000.000,-
Jumlah penjualan Rp. 400.000.000,-
7. Break Even Point
1. Pendapatan selama 5 Tahun Rp. 400.000.000,-
2. Biaya produksi selama 5 th Rp. 1.076.667 x 60 bln Rp. 64.600.000,-
3. Keuntungan selama 5 tahun Rp. 335.400.000,-
4. Keuntungan bersih per produksi 335.400.000 : 60 bln Rp. 5.590.000,-
5. .BEP 232.919
8. Tingkat Pengembalian Modal 3 bulan (1 x produksi)
2. Gambaran Peluang Agribisnis
Sarang burung walet merupakan komoditi ekspor yang bernilai tinggi. Kebutuhan akan sarang burung walet di pasar internasional sangat besar dan masih kekurangan persediaan. Hal ini disebabkan oleh masih kurang banyaknya budidaya burung walet. Selain itu juga produksi sarang walet yang telah ada merupakan produksi dari sarang-sarang alami. Budidaya sarang burung walet sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik dan intensif.
11. DAFTAR PUSTAKA
1. Chantler, P. & G. Driessens. Swift : A guide to the Swift an Treeswift of the World. Pica Press, the Banks. East Sussex, 1995.
2. Mackinnon, John. Panduan Lapangan Pengenalan Burung-Burung di Jawa dan Bali. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1994.
3. Nazaruddin & A. Widodo. Sukses Merumahkan Walet. Cet. 2. Jakarta: Penebar Swadaya, 1998.
4. Tim Penulis PS. Budidaya dan Bisnis Sarang Walet. Cet. 4. Jakarta: Penebar Swadaya, 1994.
12. KONTAK HUBUNGAN
1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id
Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

read more
 

Pengikut